Minggu, 22 April 2012

Bentrok Brimob Vs TNI

 Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq meminta institusi Polri dan TNI segera mencari akar masalah terjadinya bentrok antara personel Brimob dan prajurit Yonif 221 Kostrad di Gorontalo.
 
Mahfudz menilai, bentrok antara Polri versus TNI dikhawatirkan hanya sebuah fenomena puncak gunung es yang pada akhirnya akan berujung pada konflik yang lebih besar lagi.
 
"Pemerintah, khususnya Polri dan TNI harus kaji akar penyebab kasus-kasus bentrokan antar aparatnya. Kasus-kasus yang terjadi dikhawatirkan hanyalah fenomena puncak gunung es di mana tersembunyi potensi konflik yang lebih besar," ungkap Mahfudz saat dihubungi okezone, Senin (23/4/2012).
 
Kata dia, untuk mengkaji problem tersebut sedikitnya, ada empat hal yang harus dibedah. Pertama, standar kesejahteraan yang ada kesenjangan. Kedua, irisan tugas operasional di lapangan. Ketiga, profesionalisme SDM dan disiplin organisasi yang masih kurang. “Keempat, penegakan hukum kasus-kasus pelanggaran oleh aparat," tegasnya.
 
Sebelumnya, pasukan Brimob dan TNI terlibat bentrok dan  baku tembak di Kabupaten Limboto, Gorontalo. Akibatnya, empat orang mengalami luka tembak dan dua orang luka akibat lemparan batu.
 
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Mabes Polri, Brigjen M Taufik mengatakan, kejadian ini bermula saat pasukan Brimob berpatroli dengan menggunakan truk melintasi depan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Limboto dilempari batu oleh orang yang tak dikenal pada pukul 23.00 Wita . Akibat lemparan batu itu, dua polisi mengalami luka-luka di bagian kepala.
 
Mendapat perlakuan tersebut, polisi kemudian melalukan razia dan diketahui yang melakukan pelemparan ternyata anggota TNI. Selanjutnya, pada Minggu dinihari, anggota Brimob melakukan penangkapan terhadap anggota TNI tersebut.
 
Tak senang rekannya ditangkap, anggota TNI yang lain melakukan penyerangan kepada anggota Brimob. Alhasil, bentrokan tak terelakan.  Anggota Brimob melepaskan tembakan ke udara guna melerai pertikaian. Namun, tembakan itu justru mengenai empat orang anggota TNI yang saat ini masih belum diketahui nama-namanya itu.
 
Sementara itu, lanjut Taufik, korban yang mengalami luka lemparan batu dan luka tembak kini dilarikan ke Rumah Sakit Limboto, Gorontalo dan masih menjalani perawatan. “Tidak ada yang luka serius, yang terkena tembakan juga tidak serius, cuma peluru karet," kata Taufik kemarin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar